| |
| |
 |
Siapa Anne Ahira?
Di sebelah kiri adalah foto Anne Ahira. Mojang Bandung
kelahiran November 1979 ini telah menjalankan bisnis online
sejak tahun 2001 yang kini penghasilannya sangat signifikan
di luar dugaan!
Sekarang, pengasilan setiap harinya dari dari menjalankan
bisnis Internet Marketing tersebut bisa mencapai RATUSAN
DOLAR!
|
Satu bulan penghasilannya saja dari beberapa program
afiliasi cukup untuk membeli sebuah mobil Toyota Camry 2007
yang harganya sekitar US$45,000 dan itupun masih ada sisa!
Bahkan sekarang, Untuk bicara “online” mengenai startegi
marketing, Ahira dibayar berkisar US$2,000-4,000 per 2 jam
saja! Dan semua itu dia lakukan dari rumahnya di ‘kampung
Banjaran’, tepatnya di kamar tidur, masih pakai piyama, dan
seringkali belum mandi! He..he..
Kepiawaian Anne Ahira dalam menjalankan bisnis online telah
diakui oleh banyak media masa di Indonesia maupun
internesional.
Bahkan tahun 2007, Pemerintah Republik Indonesia meminta
Anne Ahira menjadi pembicara di APEC (Asia Pacific Economic
Cooperation) untuk mewakili Indonesia dan menjelaskan
tentang REVOLUSI eBisnis yang sedang dia jalankan di
Indonesia!
Pada
akhir tahun 2005, Anne Ahira mendirikan 'kursus online'
Internet Marketing khusus untuk orang Indonesia. Kini
muridnya telah mencapai RIBUAN tersebar dari Sabang sampai
Merauke, dan terus bertambah setiap hari. |
|
Tentang Anne Ahira
Diambil dari
dobrak-online.com
Ahira dari
Kecil Hingga Dewasa
Ahira yang biasa suka dipanggil “Ahira atau Hira dilahirkan
di Bojong Sereh, Banjaran, Bandung pada tanggal 28 November 1979.
Ahira adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya
adalah perempuan pasangan suami istri dari H Sobur Sodikin dan Hj
Aas Asiah.
Ahira sejak kecil sudah menunjukan tanda-tanda
kemandiriannya. Melihat kondisi keluarganya yang memang tidak
terlalu kaya maka Anne Ahira membantu orang tuanya berjualan pisang
goreng atau es,
bahkan Ahira pun rela berkeliling kampung untuk menjajakan
gado-gado dagangan ibunya.
Setiap kali mau berangkat sekolah, Ahira selalu membawa
tiga buah tas besar yang isinya satu tas sekolah miliknya dan dua
lagi berisi dagangan pisang gorengnya.
Pisang goreng itu dijajakannya di sekolah, ada kalanya
pisang goreng dagangannya masih tersisa, maka Anne Ahira tak
malu-malu menawarkan pisang gorengnya ke para petani di sawah.
Disinilah ketika ia berada di tengah sawah sambil
memandangi elang terbang di langit biru, Ahira pun berimajinasi
ingin seperti elang agar bisa terbang bebas dan pergi kemanapun ia
mau.
Bahkan Ahira sering kali berkata kepada mamanya bahwa kalau
sudah besar nanti Ahira tida ingin capai-capai kerja seperti yang
dilakukan mamaa-papanya seperti saat itu,
Ahira hanya ingin kerja di rumah, liburan dan keliling
dunia kapanpun dia mau, dengan uang yang terus mengalir di
rekeningnya. Tak ayal ibunya pun sering mebentak dan menasehati
Ahira.
” Hira-hira, kamu ini jangan banyak bermimpi, kalau Bapakmu
itu punya pabrik gede kamu mungkin bisa keliling dunia. Lah wong
Bapak kamu itu cuma karyawan pabrik biasa sedangkan ibumu ini
hanyalah penjual gado-gado.
Kalau kamu mau hidup yang lebih baik maka kamu harus rajin
belajar supaya pintar dan Kalau kamu mau keliling dunia maka kamu
harus bisa berbahasa Inggris” kata ibunya.
Ahira betul-betul mendengarkan apa perkataan ibunya. Anne
Ahira pun belajar dengan sungguh-sungguh dan hasilnya predikat juara
kelas sering kali diraihnya.
Dengan pengorbanan kedua orang tuanya dalam menyisihkan
uang, Anne Ahira akhirnya bisa ikut kusrus bahasa Ingris yang pada
saat itu orang kampungnya tak ayal menganggapnya “aneh”.
Untuk apa belajar Inggris? Mereka pikir hanya buang-buang
uang. Tapi saya selalu berpikir itu modal untuk keliling dunia.
Ahira melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi
Bahasa Asing (STBA) di Bandung dan lulus dengan predikat cum laude
dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Katanya Ahira dulu sempat juga diterima di salah satu
Perguruan Tinggi Negeri termuka di Bandung akan tetapi dia
memutuskan untuk melanjutkan di STBA,
katanya sih Bapaknya sempat marah terhadap Ahira, akan
tetapi dengan tekat dan kegigihannya iapun bisa melunakkan hati
orang tunya.
Duduk di bangku kuliah Ahira tidak mau hanya duduk manis
saja. Ahira mulai bekerja paruh waktu, seperti bekerja di restoran,
menjadi cleaning service di sebuah hotel tanpa bayaran,
dan dia bahan menjadi penjual buku keliling dari rumah ke
rumah. Yang ada dipikiran Anne Ahira saat itu hanyalah untuk
mendapatkan surat pengalaman kerja.
“Kalau kita punya banyak pegalaman kerja, siapa sih yang
tidak akan menerimanya bekerja?” pikirnya.
Berbagai sertifikat pun dikantongi Ahira lewat kursus
bahasa asing, seperti bahasa Jerman dan Inggris. Bukan itu saja,
belasan sertifikat lainnya dari kursus akuntansi, komputer,
menggambar, olahraga, dan masih banyak lagi.
Saking banyaknya, ia pun sudah tak ingat lagi, apa saja
kursus yang pernah diikutinya.
Akhirnya suatu saat ketika Ahira menjajakan buku
dagangannya di salah satu rumah, secara tidak sengaja Ahira mendapat
tawaran dari ibu pemilik rumah untuk memberi les privat bahasa
Inggris bagi anaknya.
Sempat pula Ahira di tes Ibu tersebut berbicara bahasa
Inggris, berhubung Ahira fasih berbahasa Inggristak ayal lagi Ahira
pun menunjukan kemampuannya hingga akhirnya dia mendapat pekerjaan
itu.
Sejak itulah Ahira berprofesi sebagai Guru, sempat pula dia
berpikir bahwa menjadi Guru adalah panggilan jalan hidupnya.
Ahira mulai banyak mendapatkan tawaran dari berbagai
perusahaan tekstil seperti Pan Asia Textile, KTSM, Kukje-Adetex,
Korin, Hanil Global Textile Industry untuk memberi kursus privat
bahasa Indonesia bagi karyawan asing mereka.
Setiap
mengajar, saat itu saya dibayar antara Rp 75.000 sampai Rp 150.000
per jam. Untuk ukuran mahasiswa cukup besar dan setiap bulan saya
bisa menghasilkan 1.000 dollar AS.
Ahira dan
Dunia Internet
Perkenalan Ahira dengan dunia internet dimulai dengan
cerita kakak ipar Ahira tentang anak laki-laki 17 tahun yang
memperoleh ribuan dollar AS dari internet.
Sejak mendengar cerita itu, Ahira begitu bersemangat untuk
mengetahui bagaimana mendapatkan ribuan dollar AS dari internet.
Tanpa membuang waktu lagi, Ahira pun ke warnet untuk mencari tahu
caranya.
Ahira saat itu belumlah mengetahui apa itu email, dan
dengan bantuan penjaga warnet yang bernama Didit Ahadiat mengajarkan
Ahira cara membuat email.
Rasa ingin tahu Ahira dan semangat belajar yang tinggi
mendorongya untuk tidak segan-segan bertanya kepada orang-orang yang
ada di warnet bagaimana cara mencari uang lewat internet,
alhasil bayak orang yang secara terang-terangan
menertawakannya, mereka menyebut Ahira sebagai tukang mimpi.
Perjalanan Ahira sebagai “internet Marketer” dimulai sejak
itu, Desember 2001. Banyak sekali orang-orang disekelilingnya tidak
percaya pada apa yang dikerjakannya. Pikir mereka Anne Ahira Cuma
buang-buang uang dan waktu untuk pekerjaan yang sia-sia.
Ahira pada awal ia menjalankan internet marketing banyak
menguras uang hanya untuk membeli software ini dan itu dan bahkan
sampai-sampai mobil kesayanganya dia jual hanya untuk mendukung
bisnisnya.
Hal ini menurutnya karena dia belajar tanpa bimbingan guru.
Apalagi banyak pula waktu yang telah Ahira curahkan. Tekad Ahira
sudah bulat ingin membuktikan bahwa dia bisa”kalau anak 17 tahun
bisa maka iapun pasti juga bisa!” katanya.
Hingga akhirnya penantian yang ditunggu pun tiba tahun
pertama Ahira menjalankan internet marketing ia memperoleh hasil
hanya US$ 8. Betapa senang hati Ahira memperoleh cek US$ 8 dan dia
pun segera berkeliling bank di Bandung hanya untuk menegaskan bahwa
cek itu asli dari Amerika.
“Iya mbak cek ini asli kok dari Amerika tapi tidak bisa
ditukarkan” kata costumer service bank “lho kenapa tidak bisa
ditukarkan mbak, ini asli kan?” jawab Ahira “Karena untuk menukarka
cek tersebut dikenakan biaya sekitar 250 ribu rupaih!”
Mendengar hal tersebut Ahira tidak berkecil hati. Dengan
tekad dan penuh keyakinan dia menepelkan cek tersebut di pintu kamar
kostnya dengan diberi tulisan “Cek ini harus berubah menjadi US$
8.000 tahun depan!”.
Akhirnya, dipertengan tahun kedua kerja keras Ahira
memuahkan hasil. Penghasilan Ahira lewat internet sudah bisa
menyamai penghasilan orang Indonesia dalam beberapa tahun bekerja
dan penghasilan itu terus masih terus bisa meningkat dari bulan ke
bulan.
“Naiknya seperti deret hitung bukan deret ukur” kata Ahira.
Menurut Ahira profesi Internet Marketing adalah pilihan
profesi di masa depan. Menurutnya, Internet Marketing jauh lebih
menjajikan daripada kita bekerja secara offline.
Kenapa? Sebab kata Ahira target market kita adalah seluruh
dunia. Bila di dunia offline Anda hanya bisa mengerjakan satu atau
dua pekerjaan (kecuali Anda punya pegawai)
sedangkan di dunia online Anda bisa mengerjakan 10,30, 40
pekerjaan sekaligus, dan semuanya hanya memerlukan set up satu kali
tapi bisa menghasilkan terus menerus.
Ini dia salah satu system internet marketing yang diikuti
Ahira yang dikenal dengan system Afiliasi. Untuk menjual satu produk,
“saya perlu waktu katakanlah satu bulan.”
“Sebenarnya bisa menjual beberapa produk dalam sebulan
karena saya selalu sibuk balas e-mail dari klien atau elite team.
Sehingga saya menargetkan menjual satu produk dalam satu bulan.”
“Waktu ini dipakai untuk riset, membuat situs, strategi
marketing, dan lain-lain. Katakanlah untuk produk A saya set up
bulan Januari, saya bisa dapat, misalnya 500 dollar AS per bulan.”
“Bulan berikutnya saya set up dan jual produk B, dan saya
juga dapat katakanlah 500 dollar AS juga per bulan. Saya masih dapat
komisi dari produk A yang saya set up bulan sebelumnya dan tambahan
dari produk B.”
“Dan, saya terus mencari produk lain yang bisa dijual. Jadi
Anda bisa membayangkan, bila setahun kita bisa menjual 10 produk
yang berbeda, pada titik tertentu kita bisa mendapatkan lebih dari
5.000 dollar AS per bulan.”
“Bahkan bisa jadi, produk A malah menghasilkan 3.000 dollar
AS per bulan setelah 10 bulan. Itu sebabnya banyak internet marketer
yang berpenghasilan heboh hanya dalam jarak beberapa tahun.”
“Itu terjadi karena mereka telah mempunyai sistem marketing
yang bisa berjalan sendiri dan menghasilkan uang bulan per bulan.
Selesai satu buat yang lain, yang lain, dan yang lain.”
“Jadi
sekalipun saya tidur computer saya akan terus menghasilkan”, Kata
Ahira mantap.
Prestasi Anne Ahira:
-
Ahira menjadi pembicara di APEC (Asia-Pasific Economic Corporation)
yang berlangsung di Bali selama 3 hari dari tanggal 28 sampai 30
Agustus 2007.
-
Ahira pada tanggal 20 Juli 2007 menerima penghargaan dari menteri
Koperasi & UKM Republik Indonesia untuk “The Indonesian Small And
Medium Business Entrepreneur Award 2007”, dimana pemerintah hanya
memilih 7 orang dari seluruh Indonesia untuk penghargaan ini!
-
Ahira adalah pendiri sekolah internet marketing pertama di Indonesia
“Asian Brain Internet Marketing Center” yang saat ini anggotanya
sudah mencapai ribuan.
-
Ahira adalah salah satu penulis buku “30 Days To Internet Marketing
Success”. Buku ini ditulis oleh 60 orang pengarang yang merupakan
Internet Marketer pilihan dari berbagai belahan dunia, dimana buku
ini menjadi buku Internet Marketing Terbaik di tahun 2003.
-
Ahira terpilih menjadi “Kartini Indonesia 2005? dari Menteri
Pemberdayaan Wanita Indonesia.
-
Ahira dipilih menjadi “12 Top World’s Super Affiliate” di tahun
2004.
-
Ahira adalah pengelola “The Best Affiliate Newsletter” yang isinya
Tips-tips sukses internet marketing, dimana sekarang dibaca lebih
dari 45.000 internet marketer yang tersebar di 120 negara.
-
Ahira diwawancara oleh Advance Vision Marketing dari Amerika
mengenai “Internet Marketing Prophecies”.
Perusahaan ini
hanya memilih 8 orang Internet Marketer terbaik dari seluruh dunia.
Ahira adalah satu-satunya wakil dari kawasan Asia Pasifik dan
satu-satunya perempuan yang dipilih untuk wawancara ini. Hasil
wawancara ini kemudian dijual Advance Vision Marketing seharga US$97
per copy.
Selain itu, Ahira
adalah pendiri Elite Team International. Kurang dari empat bulan,
anggotanya telah menyebar ke lima benua. Ahira menjadi otak strategi
marketing bagi 1.000 anggota Elite Team yang kini tersebar di 84
negara.
Apa Kata Media…
 |
Berbicara tentang
internet marketing saat ini, orang akan langsung tertuju kepada Anne
Ahira. Hira, begitu biasa dipanggil, telah menjadi pusat pembicaraan
di dunia |
| internet marketing. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga
di berbagai negara di dunia. -- Majalah Modal |
 |
Siapapun yang
mendengar kisah sukses Anne Ahira pasti akan terinspirasi karenanya.
Ahira atau Hira, begitu ia suka dipanggil, adalah seorang dara
kelahiran tahun 1979 asal Bandung yang berhasil menaklukkan dunia
internet marketing -- Majalah Intra |
 |
Dengan laptop
miliknya, Ahira bisa berkomunikasi dengan pelanggannya di seluruh
dunia dari mana saja -- Majalah Intisari |
 |
Nama Anne Ahira kian
bergaung. Gadis yang bermukim di Bandung ini telah menjadi pemasar
(marketer) kelas dunia. Penghasilan Ahira per bulan bisa menembus |
| ribuan dolar AS.
Sistem pemasarannya pun menjadi acuan sejumlah pemasar top dunia.
Memukau. -- Warta Ekonomi |
 |
Meski kurang begitu
dikenal di dalam negeri, nama Anne Ahira sudah sangat dikenal di
kalangan Internet Marketer dunia. -- Majalah SWA |
 |
Banyak orang tak
menyangka bahwa dari sebuah sudut pinggiran kota Bandung, yang
menjadi pusat industri tekstil Bandung, mencuat nama Anne Ahira (25)
ke tingkat |
| forum internasional -- KOMPAS, 20 Maret 2005 |
 |
Ahira tak pernah
merahasiakan suksesnya dan siap berbagi dengan siapa saja. Dia sama
sekali tak khawatir akan mendapat saingan, kenapa begitu? Karena
internet |
|
marketing merupakan bisnis global. Target pasar sama sekali
tidak terbatas jumlahnya dan jangakauannya di seluruh dunia. --
Kompas, 21 Juni 2004 |
 |
Anne Ahira berhasil
memperoleh penghasilan ribuan dollar per bulan dari Internet di
usianya yang relatif muda. Penghasilah sebesar itu ia dapatkan dalam
kurun waktu |
| kurang dari 1,5 tahun menekuni dunia internet marketing
secara otodidak. -- Majalah Entrepreneur Indonesia |
 |
Keberhasilannya di Indonesia terhitung langka -- Koran
Pikiran Rakyat |
 |
Anne Ahira, dia telah
menciptakan sistem internet marketing yang kini diikuti ribuan orang
-- Tabloid Cita Cinta
|
 |
Kurang lebih 36 juta
penduduk Indonesia hidup dalam status penganggur saat ini. |
|
Sebagian kehilangan kerja akibat krisis yang tak kunjung usai, lainnya lagi
angkatan kerja yang belum tertampung. Di tengah membumbungnya
penganggur itu, ada seorang putri Banjaran, Anne Ahira, yang menjadi
jutawan dalam kurun waktu relatif singkat berkat Internet Marketing.
-- Koran METRO
|
 |
Pamornya
bergaung di dunia maya. Jaringan bisnisnya merambah di
tingkat dunia. Penghasilannya mencapai ratusan juta per
bulan. Namun ia memilih tinggal di |
| pinggiran
kota Bandung dan lebih suka disebut anak kampung. Anne Ahira,
Stay local, Act Global -- Majalah PRODO |
 |
Di balik ekonomi
negara yang masih terpuruk, pengangguran yang merajalela, serta
perasaan gagap dan rendah diri sebagai sebuah bangsa, ternyata ada |
|
harapan untuk bangkit. Sebuah revolusi, dari kaki Gunung Malabar,
Bandung, Jawa Barat, kini sedang terjadi. Revolusi Bisnis Ahira --
Majalah Wirausaha & Keuangan
|
 |
Di Indonesia, mereka
yang menekuni profesi ini masih tergolong langka. Salah satunya
adalah Anne Ahira. -- Majalah Trust
|
 |
Anne Ahira, orang
kampung yang berbisnis global -- Majalah Potensi |
 |
Harapan Anne Ahira
adalah membuat revolusi bisnis di Indonesia melalui internet
marketing -- Vibiznews |
| |
|
|
|
|
Masuk ke Galeri Foto>>> |